Berpindah dari satu sistem ke sistem lain
tidak beda halnya dengan berpindah rumah dari satu kota ke kota lain.
Akan ada perbedaan lingkungan, tetangga, karakter, dan lainnya.
Diperlukan kemampuan beradaptasi yang baik agar bisa menyesuaikan diri
dengan tempat yang baru.
Untuk berpindah dari sistem operasi Windows ke sistem operasi Linux,
Anda juga perlu kemampuan beradaptasi agar nantinya bisa menggunakan
Linux dengan baik. Pengguna yang tidak mampu atau tidak mau melakukan
adaptasi akan sulit untuk bisa mengenal Linux dengan baik. Dan ini
biasanya akan menuntun pada frustasi serta kekecewaan pada
Linux.
Berikut ini beberapa permasalahan umum yang sering ditemui pemula Linux dan cara mengatasinya :
- Menganggap sedang menggunakan Windows
Secara umum, fungsi suatu sistem operasi adalah sama. Namun dalam
prakteknya Anda akan menemui banyak perbedaan, diantaranya perbedaan
tampilan (interface), struktur file, program installer, control
panel, dan lainnya. Diantara sekian perbedaan yang ada, hanya tampilan
yang bisa Anda atur sesuai dengan keinginan. Linux memiliki banyak
model tampilan dan beberapa diantaranya menyerupai Windows .. bahkan
Mac. Tentukanlah model tampilan seperti apa yang ingin dipergunakan
agar memudahkan Anda dalam menggunakan Linux.
- Mencoba menjalankan file exe
Program installer ataupun executable di Linux tidak
menggunakan format exe. Namun bukan berarti Anda tidak bisa menjalankan
file exe di Linux. Dengan sedikit bantuan Anda bisa menjalankan file
exe setelah menginstal terlebih dahulu program WINE di Linux. Namun
jika tidak ingin direpotkan dengan instalasi WINE, pilihlah distro
Linux yang sudah memiliki WINE didalamnya sehingga Anda langsung bisa
menjalankan file exe.
- Tidak menemukan program yang diperlukan
Linux memiliki koleksi program dari berbagai kategori yang sangat
lengkap. Bahkan semua distro Linux sudah dilengkapi dengan
program-program yang biasa dipakai pengguna komputer. Namun mengingat
ruang CD yang terbatas, maka tidak semua program bisa disertakan di
distro Linux. Para pemula biasanya mulai mengeluh jika tidak menemukan
software sejenis yang diperlukannya. Untuk mengatasi ini tentu saja Anda
perlu mempelajari cara instalasi program – yang sayangnya dalam
beberapa hal masih cukup susah untuk dilakukan oleh seorang pemula
Linux. Untungnya, beberapa distro membuat versi DVD sehingga bisa
menampung program lebih banyak. Dan ini sangat menghemat waktu serta
energi Anda untuk mencari dan menginstal program di Linux.
- Berurusan dengan command line
Hampir semua perintah di command line Linux bisa dilakukan dengan sistem grafis (GUI – point n’ click). Sayangnya ada sangat banyak situs, blog, majalah, buku panduan dan pengguna Linux yang lebih suka menggunakan command line dalam
memberikan suatu penjelasan. Kebiasaan ini menular pada para pemula
Linux yang tidak mengetahui bahwa banyak hal di Linux bisa dilakukan
dengan mudah melalui mousenya. Command line membuat ‘takut’ para pemula
Linux yang sudah terbiasa dengan sistem grafis. Dan jika Anda termasuk
salah satu diantaranya, solusi terbaik hanya dengan mencari tutorial
yang berbasiskan grafis … rekomendasi terbaik untuk ini adalah Buku 3D OS yang hanya menyediakan 1 bab untuk pembahasan command line dari 15 bab yang ada.
- Membuka dokumen OpenOffice di Microsoft Office dalam format defaultnya
Pemula Linux biasanya senang ketika melihat adanya aplikasi perkantoran
di suatu distro Linux tanpa harus menginstal lagi softwarenya.
Sayangnya mereka lupa untuk menyimpan dokumen tersebut dalam format yang
dikenal MS Office sehingga mengakibatkan dokumen tidak bisa terbaca
ketika ingin dibuka di MS Office. Pastikan Anda menyimpannya sebagai
dokumen MS Office jika memang nantinya ingin dibuka di MS Office. Dan
lebih baik lagi jika format yang dipergunakan adalah MS Office 2003
(doc), bukannya MS Office 2007 (docx).
- Login sebagai root
Di Windows (XP), pengguna biasanya mempunyai kemampuan penuh sebagai
administrator. Namun di Linux Anda disarankan untuk masuk sebagai
pengguna biasa yang tidak memiliki kemampuan penuh sebagai adminstrator
sistem. Keuntungannya, Anda ataupun virus komputer tidak akan mudah
merusak sistem. Namun sisi negatifnya, Anda akan merasakan aturan yang
ketat dimana untuk setiap kegiatan yang berkaitan dengan sistem
komputer, Anda harus menyediakan password administrator (biasa disebut root).
Karena Anda menggunakan Linux, jadi cobalah untuk membiasakan hal ini
agar Anda tidak mudah menemukan kerusakan sistem, baik yang dilakukan
secara tidak sengaja oleh Anda ataupun secara sengaja oleh virus
komputer.
- Salah memilih distro Linux
Salah satu kesalahan terbesar pemula Linux adalah salah memilih distro
Linux. Tidak semua distro Linux dibuat sama. Ada yang dibuat untuk
pengguna Linux yang sudah mahir, ada pula yang dibuat khusus untuk
memudahkan para pemula. Memilih distro dengan komunitas terbesar – misal
Ubuntu – tidak menjamin Ubuntu adalah yang terbaik dan termudah untuk
para pemula Linux. Bahkan sebetulnya ada sangat banyak distro turunan
Ubuntu yang jauh lebih baik dan lebih mudah dari Ubuntu sendiri.
Sebagai penutup … untuk memperlancar proses dalam beradaptasi di Linux, usahakanlah memilih distro Linux yang :
- memiliki tampilan paling mirip dengan Windows sehingga mempermudah proses transisi Anda ke Linux
- memiliki kelengkapan program sehingga Anda tidak direpotkan dalam menggunakannya
- mampu menjalankan program exe tanpa harus membuat Anda menginstal WINE terlebih dahulu
- memiliki tutorial atau buku panduan yang berbasiskan pada sistem grafis (point n’ click)
- memiliki berbagai kemudahan dan kelengkapan fitur untuk pengguna pemula Linux