Salah satu kebiasaan yang sulit hilang dari pengguna Windows yang baru mencoba Linux/Ubuntu adalah kebiasaanya me-Refresh desktop. Namun karena di Linux/Ubuntu tidak terdapat menu ini, kita hanya bisa me-refresh dari tombol F5 atau CtrlR saja. 

Sebenarnya di Ubuntu pun kita bisa membuat sendiri menu Refresh ini dan menampilkannya pada menu klik-kanan dengan program tambahan.
Tertarik mencobanya? Silakan ikuti langkah sederhana dibawah ini.

Untuk membuat menu Refresh tampil pada menu klik-kanan, kita membutuhkan 2 program pendukung, yaitu Nautilus Actions Configurations dan xdotool.

Nautilus Actions Configurations adalah sebuah program tambahan untuk Nautilus (File Manager untuk destkop GNOME) yang bisa membuat fitur baru dari Nautilus itu sendiri, biasanya fitur baru ini ditampilkan pada menu klik-kanan. Sedangkan xdotool adalah sebuah program yang akan mensimulasikan input dari mouse atau keyboard. Kedua program inilah yang akan kita gabungkan untuk membuat menu refresh pada saat kita melakukan klik-kanan pada Nautilus atau Desktop.

Langkah-langkahnya:

  1. Install Nautilus Actions Configurations dan xdotool.








2. Lalu buka aplikasi nautilus action configuration tool

















3. Klik new 















4. Pada tab Action, Isi datanya sesuai pada gambar dibawah:















5. Pada tab Command isi dengan:

















6.  pada tab properties centang pada bagian Enable

















7.  Pada bagian Mimetypes isi seperti ini :












8. Lalu save














 Berikut adalah tampilan dari refresh
















Semoga artikel ini dapat membantu ^^






Semakin lama, semakin banyak para pengguna komputer yang menjadikan Linux sebagai Sistem Operasi utamanya. Selain sifatnya yang open source, ternyata sistem operasi Linux ini juga lebih banyak menuntut kita untuk terus mempelajarinya. Bahkan saat ini, Linux sudah mulai memasuki dunia pendidikan. Yang dengan demikian, perkembangan pengguna Linux bisa sangat banyak.

Perintah - Perintah Dasar Terminal Linux Beserta Fungsinya

Untuk itu, tidak ada salahnya bila kita juga mempelajari sistem operasi yang satu ini. Karena Linux identik dengan penggunaan console terminal yang mengharuskan kita menghafal perintah-perintah yang ada. Ya, meski saat ini sudah banyak Linux yang memiliki versi GUI (Grapichal User Interface), tetapi tetap saja yang namanya Linux itu identik dengan penggunaan perintah-perintah dasar di terminal.

Berikut saya coba tuliskan beberapa perintah dasar yang ada di Linux.
cd
fungsi: digunakan untuk berpindah ke direktori lain.

chmod
fungsi: digunakan untuk mengatur hak akses suatu file atau direktori

clear
fungsi: digunakan untuk membersihkan seluruh layar terminal

cp
fungsi: digunakan untuk menyalin sebuah file

date
fungsi: digunakan untuk menampilkan tanggal dan waktu

halt
fungsi: digunakan untuk mematikan sistem

history
fungsi: digunakan untuk melihat perintah apa saja yang telah digunakan

ifconfig
fungsi: digunakan untuk melihat informasi pada kartu jaringan, seperti IP address, Mac address, dan lain-lain.

ls
fungsi: digunakan untuk melihat isi dari suatu direktori

mkdir
fungsi: digunakan untuk membuat direktori baru.

mv
fungsi: untuk memindahkan file, bisa juga untuk merubah nama sebuah file.

nano
fungsi: digunakan untuk text editor

passwd
fungsi: digunakan untuk menggunakan password

pwd
fungsi: digunakan untuk menampilkan nama direktori dimana Anda sedang berada

reboot
fungsi: digunakan untuk menghidupkan ulang sistem/komputer

restart
fungsi: menjalankan ulang service yang sedang berjalan.
 

rm
fungsi: digunakan untuk menghapus file.

rmdir
fungsi: digunakan untuk menghapus direktori

shutdown
fungsi: sama seperti halt, digunakan untuk mematikan sistem

start
fungsi: digunakan untuk menjalankan sebuah service.

stop
fungsi: digunakan untuk menghentikan sebuah service yang sedang berjalan

sudo
fungsi: menjalankan perintah sebagai root

tar
fungsi: digunakan untuk mengekstrak file dengan format *tar.gz *.tgz

touch
fungsi: digunakan untuk membuat file baru dalam keadaan kosong.

unzip
fungsi: digunakan untuk mengekstrak atau mengurai file yang dikompress dalam bentuk *.zip

who
fungsi: digunakan untuk melihat siapa saja yang sedang login

Berpindah dari  satu sistem ke sistem lain tidak beda halnya dengan berpindah rumah dari satu kota ke kota lain. Akan ada perbedaan lingkungan, tetangga, karakter, dan lainnya. Diperlukan kemampuan beradaptasi yang baik agar bisa menyesuaikan diri dengan tempat yang baru.

Untuk berpindah dari sistem operasi Windows ke sistem operasi Linux, Anda juga perlu kemampuan beradaptasi agar nantinya bisa menggunakan Linux dengan baik. Pengguna yang tidak mampu atau tidak mau melakukan adaptasi akan sulit untuk bisa mengenal Linux dengan baik. Dan ini biasanya akan menuntun pada frustasi serta kekecewaan pada 
Linux.
Berikut ini beberapa permasalahan umum yang sering ditemui pemula Linux dan cara mengatasinya :

  1. Menganggap sedang menggunakan Windows
    Secara umum, fungsi suatu sistem operasi adalah sama. Namun dalam prakteknya Anda akan menemui banyak perbedaan, diantaranya perbedaan tampilan (interface), struktur file, program installer, control panel, dan lainnya. Diantara sekian perbedaan yang ada, hanya tampilan yang bisa Anda atur sesuai dengan keinginan. Linux memiliki banyak model tampilan dan beberapa diantaranya menyerupai Windows .. bahkan Mac. Tentukanlah model tampilan seperti apa yang ingin dipergunakan agar memudahkan Anda dalam menggunakan Linux.
  2.  Mencoba menjalankan file exe
    Program installer ataupun executable di Linux tidak menggunakan format exe. Namun bukan berarti Anda tidak bisa menjalankan file exe di Linux. Dengan sedikit bantuan Anda bisa menjalankan file exe setelah menginstal terlebih dahulu program WINE di Linux. Namun jika tidak ingin direpotkan dengan instalasi WINE, pilihlah distro Linux yang sudah memiliki WINE didalamnya sehingga Anda langsung bisa menjalankan file exe.
  3. Tidak menemukan program yang diperlukan
    Linux memiliki koleksi program dari berbagai kategori yang sangat lengkap. Bahkan semua distro Linux sudah dilengkapi dengan program-program yang biasa dipakai pengguna komputer.  Namun mengingat ruang CD yang terbatas, maka tidak semua program bisa disertakan di distro Linux. Para pemula biasanya mulai mengeluh jika tidak menemukan software sejenis yang diperlukannya. Untuk mengatasi ini tentu saja Anda perlu mempelajari cara instalasi program – yang sayangnya dalam beberapa hal masih cukup susah untuk dilakukan oleh seorang pemula Linux. Untungnya, beberapa distro membuat versi DVD sehingga bisa menampung program lebih banyak. Dan ini sangat menghemat waktu serta energi Anda untuk mencari dan menginstal program di Linux.
  4. Berurusan dengan command line
    Hampir semua perintah di command line Linux bisa dilakukan dengan sistem grafis (GUI – point n’ click). Sayangnya ada sangat banyak situs, blog, majalah, buku panduan dan pengguna Linux yang lebih suka menggunakan command line dalam memberikan suatu penjelasan. Kebiasaan ini menular pada para pemula Linux yang tidak mengetahui bahwa banyak hal di Linux bisa dilakukan dengan mudah melalui mousenya. Command line membuat ‘takut’ para pemula Linux yang sudah terbiasa dengan sistem grafis. Dan jika Anda termasuk salah satu diantaranya, solusi terbaik hanya dengan mencari tutorial yang berbasiskan grafis … rekomendasi terbaik untuk ini adalah Buku 3D OS yang hanya menyediakan 1 bab untuk pembahasan command line dari 15 bab yang ada.
  5. Membuka dokumen OpenOffice di Microsoft Office dalam format defaultnya
    Pemula Linux biasanya senang ketika melihat adanya aplikasi perkantoran di suatu distro Linux tanpa harus menginstal lagi softwarenya.  Sayangnya mereka lupa untuk menyimpan dokumen tersebut dalam format yang dikenal MS Office sehingga mengakibatkan dokumen tidak bisa terbaca ketika ingin dibuka di MS Office. Pastikan Anda menyimpannya sebagai dokumen MS Office jika memang nantinya ingin dibuka di MS Office. Dan lebih baik lagi jika format yang dipergunakan adalah MS Office 2003 (doc), bukannya MS Office 2007 (docx).
  6. Login sebagai root
    Di Windows (XP), pengguna biasanya mempunyai kemampuan penuh sebagai administrator. Namun di Linux Anda disarankan untuk masuk sebagai pengguna biasa yang tidak memiliki kemampuan penuh sebagai adminstrator sistem. Keuntungannya, Anda ataupun virus komputer tidak akan mudah merusak sistem. Namun sisi negatifnya, Anda akan merasakan aturan yang ketat dimana untuk setiap kegiatan yang berkaitan dengan sistem komputer, Anda harus menyediakan password administrator (biasa disebut root). Karena Anda menggunakan Linux, jadi cobalah untuk membiasakan hal ini agar Anda tidak mudah menemukan kerusakan sistem, baik yang dilakukan secara tidak sengaja oleh Anda ataupun secara sengaja oleh virus komputer.
  7. Salah memilih distro Linux
    Salah satu kesalahan terbesar pemula Linux adalah salah memilih distro Linux. Tidak semua distro Linux dibuat sama. Ada yang dibuat untuk pengguna Linux yang sudah mahir, ada pula yang dibuat khusus untuk memudahkan para pemula. Memilih distro dengan komunitas terbesar – misal Ubuntu – tidak menjamin Ubuntu adalah yang terbaik dan termudah untuk para pemula Linux. Bahkan sebetulnya ada sangat banyak distro turunan Ubuntu yang jauh lebih baik dan lebih mudah dari Ubuntu sendiri.
 
Sebagai penutup … untuk memperlancar proses dalam beradaptasi di Linux, usahakanlah memilih distro Linux yang :
  • memiliki tampilan paling mirip dengan Windows sehingga mempermudah proses transisi Anda ke Linux
  • memiliki kelengkapan program sehingga Anda tidak direpotkan dalam menggunakannya
  • mampu menjalankan program exe tanpa harus membuat Anda menginstal WINE terlebih dahulu
  • memiliki tutorial atau buku panduan yang berbasiskan pada sistem grafis (point n’ click)
  • memiliki berbagai kemudahan dan kelengkapan fitur untuk pengguna pemula Linux

Linux merupakan sebuah Operating System yang berlogo penguin. Pada kesempatan kli ini saya akan membahasa mengenai beberapa kelebihan dan kekurangan linux- keunggulan dan kelemahan linux. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangannya:

 













Kelebihan/ keunggulan Linux:

- Linux Bersifat open source, terbuka dan bebas sehingga untuk mendapatkannya tidak memerlukan biaya (LISENSI FREE)  dan semuanya boleh di utak atik.


- Sekarang Linux sudah mudah di operasikan. Bahkan sekarang orang awam pun sudah banyak yang menggunakannya beda dengan dulu pengguna linux identik dengan para hacker.


- Lebih unggul dalam hal keamanan karena linux merupakan sistem operasi yang multiuser sehingga jika virus menyerang user tertentu, maka akan sangat sulit untuk menyebar ke user lainnya.
 

- Hampir semua aplikasi yang biasa dijalankan di windows, sudah ada aplikasi linuxnya yang dikembangkan oleh komunitas linux atau bisa juga menggunakan software emulator.
 

- linux memerlukan resource yang lebih kecil jika dibandingkan dengan Windows sehingga cocok untuk PC yang mempunyai spesifikasi minimum 
 
- Linux mempu berjalan di dua mode.
 

- Linus lebih stabil sehingga jarang crash atau nge-hang yang mengharuskan kita untuk merestart komputer.
 

- Ada bermacam-macam pilihan pada linux seperti Ubuntu, Fedora, Debian, Centos, RedHat, Opensuse, Mandriva, dan sebagainya.
 

- Mempunyai komunitas di berbagai penjuru dunia.



   
Kekurangan/ kelemahan Linux:
 
- User banyak yang belum terbiasa menggunakan linux karena mereka lebih terbiasa menggunaka windows.
 

- Dukungan hardware dari vendor-vendor tertentu 
yang tidak terlalu baik pada linux. Jika ingin melihat daftar-daftar hardware yang mendukung linux silahkan dilihat di www.linux-drivers.org atau www.linuxhardware.org/.
 

- Instalasi linux tidak semudah Instalasi windows.
 

- Program/ Aplikasi di linux belum seampuh aplikasi windows.
 

- Bagi administrator sistem perlu belajar dahulu karena belum terbiasa dengan Unix-like,.
 

- Struktur direktori serta hak akses yang membingungkan bagi user yang terbiasa menggunakan windows.
 

Demikian penjelasan yang bisa saya sampakan mengenai kelebihan dan kekurangan linux. Semoga apa yang dapat saya sampaikan dapat bermanfaat buat anda.

















Wine adalah aplikasi perangkat lunak bebas dan open source yang bertujuan untuk memungkinkan aplikasi yang dirancang untuk Microsoft Windows untuk berjalan pada sistem operasi Unix-like. Wine juga menyediakan perpustakaan software, yang dikenal sebagai Winelib, terhadap yang pengembang dapat mengkompilasi aplikasi Windows untuk membantu pelabuhan mereka untuk sistem Unix-like.

Wine adalah lapisan kompatibilitas. Duplikat fungsi Windows dengan menyediakan implementasi alternatif dari DLL yang memanggil program Windows, dan proses untuk menggantikan kernel Windows NT. Metode ini duplikasi berbeda dari metode lain yang mungkin juga dianggap emulasi, di mana program Windows berjalan dalam mesin virtual. Wine ini sebagian besar ditulis menggunakan pengujian black-box reverse engineering, untuk menghindari masalah hak cipta.

Nama Wine awalnya adalah singkatan untuk Windows emulator. Maknanya kemudian bergeser ke backronym rekursif, Wine bukanlah emulator untuk membedakan perangkat lunak dari emulator CPU. Sementara nama kadang-kadang muncul dalam bentuk WINE dan anggur, pengembang proyek telah sepakat untuk membakukan pada form Wine


Fungsi Wine :

  • Menginstalasi Aplikasi Microsoft Office . 
  • Menginstalasi Game ,seperti plans vs zombie ,dll 
  • Menjalankan aplikasi ekstensi .exe dll

Berikut adalah proses instalasinya :

1. buka Ubuntu Software Center

2. search Wine 

 













3. klik install














4. proses instalasi dapat dilihat di prograss, tunggu sampai selesai








5. Wine Windows program loader siap digunakan



 Oracle VM VirtualBox adalah perangkat lunak virtualisasi , yang dapat digunakan untuk mengeksekusi sistem operasi "tambahan" di dalam sistem operasi "utama". Sebagai contoh, jika seseorang mempunyai sistem operasi MS Windows yang terpasang di komputernya, maka seseorang tersebut dapat pula menjalankan sistem operasi lain yang diinginkan di dalam sistem operasi MS Windows.

Fungsi ini sangat penting jika seseorang ingin melakukan ujicoba dan simulasi instalasi suatu sistem tanpa harus kehilangan sistem yang ada. Aplikasi dengan fungsi sejenis VirtualBox lainnya adalah VMware dan Microsoft Virtual PC.

Sistem operasi yang dapat menjalankannya antara lain Linux, Mac OS X, Windows XP, Windows Vista, Windows 7, Windows 8, Solaris, dan OpenSolaris

Berikut adalah cara install VirtualBox di Linux:

1. Buka Ubuntu Software Center, kemudian cari VirtualBox











2. Instal VirtualBox
















3. Tunggu sampai proses instalasi selesai















4. Proses instalasi dapat dilihat di Progress









5. VirtualBox sudah selesai di Install dan sudah bisa digunakan
















Demikian artikel tentang cara instal VirtualBox di Linux, semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih ^^



Pada pos sebelumnya telah dijelaskan cara menambahkan dan menghapus user dengan menggunakan GUI, pada kali ini saya akan menjelaskan tentang cara kedua untuk menambahkan user , yaitu dengan menggunakan terminal, berikut adalah langkah - langkahnya :

1. Open  terminal, pertama yang harus   anda lakukan anda harus  masuk ke  sebagai root.


 















2. ketiklah " su " Lalu enter !!
    dan untuk bagi pengguna linux ubuntu, ketik sudo su


3. Selanjutnya anda Masukkan password Linux anda !! , lalu tekan  Enter !
 

4. Selanjutnya anda  ketik " adduser namauserbarukamu " s
 

5. Lalu tekan  enter
 

6.selanjutnya , akan muncul tulisan "Enter new UNIX password:" . Masukkan Password Baru      anda.
 

7.Selanjutnya isi password sama dengan diatas
 

8. isi biodata lengkap  anda !


 














9. Sampai disini suda selesai ... Kemudian Restart !!!















Untuk menghapus user, dapat dilakukan dengan cara berikut :

1. Open terminal terlebih dahulu

2. selanjutnya ketiklah  "sudo su"
 

3.Masukkan Password Jika memang di minta memasukkan password
 

4. Selanjutnya anda  ketik " userdel namauserkamu "















5. Selesai..tinggal restart aja PC.nya














Demikian artikel tentang cara menambahkan dan menghapus user dengan menggunakan terminal, semoga artikel ini dapat membantu Anda yang kesulitan dalam menambahkan user di Linux. Terima kasih ^^

Toad Jumping Up and Down
Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Followers

Labels